Skip to main content

Horror Books (I)

 


Assalamualaikum, wr. wb.


Masih dengan saya Nef ^^


Berbeda dengan pembahasan sebelumnya, kali ini saya akan mereview buku fiksi yang nyeremin alias novel horor. Selaku penulis fiksi, saya tidak dapat membayangkan bagaimana penulis novel horor membuat ceritanya. Karena saya sendiri terkadang suka kebawa sama apa yang saya tuliskan hehe..


Menulis fiksi bukan hanya menorehkan kata-kata atau mengutip sana-sini, namun juga memikirkan pengaluran, penokohan, di samping permasalahan dan solusinya. Di sini saya berkesempatan membaca dua novel horor yang cukup unik. Gambaran "horor" lain dari yang biasa kita bayangkan.


Sebagai orang Indonesia mungkin bila disebutkan horor merujuk pada cerita hantu yang meneror para tokoh utama ya? Namun bila membayangkan candy jump, hole lady, dan teman-temannya takkan kita jumpai di ulasan kali ini.


Lalu bahas apa dong? Katanya horor? 

Check it out: :p




Yang pertama, "Confession". Berlatar sekolah menengah pertama di Jepang, terdiri dari empat tokoh utama yang melakukan pengakuan atas matinya Manami Moriguchi, seorang bocah berumur empat tahun yang tidak lain ialah anak dari salah satu wali kelas di sekolah tersebut.

Di sini kita akan diberikan sudut pandang orang pertama dari keempat tokoh atas suatu kejadian perkara yang sama. Ini adalah kejeniusan Minato, masing-masing memberikan pengakuan atas presepsi para tokoh. Apalagi Minato harus memikirkan cara pandang atau cara berpikir bocah smp dengan masing-masing karakter. 

Watanabe Shuya si jenius yang congkak, Naoki Shimomura si ambisius yang merasa gagal, Mizuki Kitahara si ketua kelas yang kritis, dan Yuko Muroguchi sang guru (kalem sih, tapi kayak setan pikirannya setelah tewasnya sang anak).

Pada awalnya polisi dan berita menganggap bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan karena si anak yang masih sangat kecil tercebur di kolam renang tanpa pengawasan di musim dingin. Namun sang guru menyadari ada yang aneh dan menganggap bahwa kematian anaknya akibat dibunuh setelah menemukan beberapa barang bukti. Lalu ia memutuskan untuk membalas dendam dengan cara yang tak biasa. Bagaimanakah cara sang guru membalas dendam?

Dalam cerita ini dialognya sangat minim. Eits, tapi Minato menyuguhkan dengan sangat membagongkan sehingga kita takkan merasakan bosan saat membaca. Dengan mempermainkan psikis dan mental pembaca, Minato sedikit demi sedikit mampu mengungkapkan fakta secara utuh. Kepiawaiannya dalam menuliskan cerita ini telah terbukti dengan menyabet 3 award berturut-turut sampai difilmkan.

Rating dari saya 8,1/10


Bila penasaran dengan cerita ini bisa beli novelnya atau nonton filmnya ya...




The Hole, ini juga bukan tentang hantu atau sekte pemuja setan. Dalam sinopsisnya telah di jelaskan bahwa si ibu mertua dari tokoh utama yang bernama Oh Gi membuat sebuah lubang di tamannya, namun tak dijelaskan untuk apa.

Keunikan dari cerita ini ialah, pertama dari namanya. Para tokoh tak memiliki nama. Hanya tokoh utama saja yang bernama Oh Gi. Penyebutan tokoh lainnya hanya seperti: istri Oh Gi, ibu mertua Oh Gi, bahkan untuk rekan-rekan sekantornya Oh Gi disebutkan dengan menggunakan huruf si A, si B, si C gitu. 

Dengan novel ini, Hye-Young juga berhasil mendapatkan dua penghargaan. Dari pengaluran mungkin agak membosankan karena berjalan lambat jadi harus sabar. Lebih banyaknya Oh Gi flash back ke masa-masa ketika ia belum mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh total bahkan tak bisa berbicara karena pita suaranya rusak dan menyebabkan istrinya meninggal dunia.

Hye-Young juga melakukan riset terkait penyakit akibat kecelakaan yang diderita oleh Oh Gi serta latar belakang pekerjaan Oh Gi yang ia tempelkan pada tokoh tersebut. Dalam cerita di atas, Oh Gi sebelmnya berprofesi sebagai seorang dosen geografi. Dari sini pula saya baru tahu bahwa peta yang telah di petakan itu belum menyeluruh sebumi hehe.. 

Hal menyeramkan dari novel ini yang disuguhkan ialah ketika kita tak dapat bergerak bahkan tak bisa berteriak dan hidup kita sangat bergantung pada orang lain, namun orang yang menjadi satu-satunya tempat kita bergantung melakukan hal buruk pada kita. Sumpah mimpi buruk banget sih jadi Oh Gi. Harapan pertama yang paling gak pengen dikabulin ialah menjadi dia wkwkwk

Buku ini sesuai bagi para pembaca yang ingin menjelajah cerita horor yang enggak gitu-gitu aja

Rating dari saya 7,2/10

Terimakasih sudah berkunjung ^^

Wassalamualaikum wr. wb. 


Comments

Popular posts from this blog

Novel Fiksi Umum

  Assalamualaikum wr., wb. Kali ini saya kembali lagi bersama beberapa jajaran novel yang cukup fenomenal pada awal published -nya. Hampir semua orang membicarakan novel-novel di atas setiap hari. Mungkin saya update agak telat karena memang blog saya juga belum lama dibuat. Untuk itu saya mohon maaf sebesar-besarnya hehe.. Sebenarnya novel-novel di atas cenderung pada genre romance ya menurut saya. Namun beberapa mencampur dengan historical-fiction dan ada yang membumbui dengan adventure , jadi saya lebih nyaman menyebutnya sebagai fiksi umum. Tiga dari keempat novel di atas seperti must to buy- nya para pecinta buku. Jujur saya membeli juga karena kepo berat, sebagus apa sih isi dari novel-novel ini sampai sebegitu viralnya diomongin semua orang? Jadi bagi teman-teman yang belum sempat membeli mungkin bisa kita bedah dulu ya, tanpa spoiler ceritanya yang pasti. Yuk mari kita simak ^^. 1. Laut Bercerita. Diterbitkan oleh: PT. Gramedia, Jakarta. Tahun terbit: Cetakan kedelapan, ...

Self-Improvement Books

Assalamualaikum, wr. wb. Hallo :) Saya Nef, untuk pertama kali saya membuat konten pada blog seperti sekarang ini. Semoga tidak terlalu buruk ya untuk ukurah pemula huhu...Oh iya Nef saya ambil dari inisial nama asli saya NF. Teman-teman literasi saya biasa memanggil saya demikian karena nama pena saya cukup ribet "Judging The Norm" hehe... Sebelum memulai blog tentang literasi atau buku-buku bacaan ini, saya juga menulis karya-karya fiksi dalam sebuah platform online yang terkenal dengan istilah dunia orange tapi bukan tempat belanja dengan nama pena tersebut.  Okey langsung saja kita ulas dari buku-buku yang dapat meningkatkan kualitas diri (klaimnya sih begitu), apa saja buku tersebut? Sebenarnya ada lebih banyak dari ketiga buku di atas ya. Namun saya hanya membeli "mereka" karena pada saat itu hype banget di literary base pada twitter. Tentu saja bakat "membeli jajan" saya terpanggil dan mencari tanggal yang tempat untuk melakukan check out di marke...