Skip to main content

The Poppy War Series

 




Assalamualaikum wr., wb.

Kali ini saya ingin mengulas buku bacaan yang gak kalah fenomenal, bahkan saya sangat antusias terhadap series ini. 

Sebelumnya saya mohon maaf karena seharusnya series ini merupakan trilogi, namun yang ketiga belum saya beli karena masih dalam proses penerjemahan (katanya) dan belum ada uangnya hehe ^^. Semoga lekas terbeli dan saya bisa melengkapi ulasan trilogi dari perang opium yang digagas oleh R. F. Kuang. Saya pribadi merupakan orang yang tak terlalu gemar membaca genre fantasi, namun sisipan historical fiction membuat saya bertekad untuk membeli serial ini. Namun, saya tidak salah pilih membeli serial ini sebagai pengantar yang membuat saya penasaran dengan cerita fantasi tinggi lainnya. Karena Kuang benar-benar berhasil membawa pembacanya menelusuri dunia dan merasakan kekuatan yang ia ciptakan.

Tak perlu fafifu lagi, mari kita review. 

1. The Poppy War.





Diterbitkan oleh: Gramedia Pustaka Utama.
Tahun terbit: 2019.
Tebal buku: 568 halaman.


Mengisahkan tentang seorang gadis yang baru saja puber bernama Fang Runin yang memiliki julukan Rin yang merupakan anak yatim piatu korban perang opium kedua. Ia diangkat oleh keluarga Fang karena adanya ketentuan dari kekaisaran akan memberikan sanksi pada keluarga yang menolak mengangk anak-anak korban perang yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya. Maka dengan terpaksa keluarga tersebut mengadopsinya dan memberikan ia pekerjaan untuk menjaga toko dan mengasuh anaknya yang masih kecil bernama Kesegi. 

Perubahan hidup Rin secara drastis terjadi ketika ia akan dinikahkan dengan saudagar opium tua oleh Bibi Fang. Untuk menolak lamaran tersebut, Rin belajar kepada Tutor Freyik untuk mengikuti tes Keju (sejenis tes penerimaan di akademi) agar bisa lolos di Akademi Sinegard. Tanpa diduga ia menjadi satu-satunya penduduk Tikany di Provinsi Ayam yang bisa lolos pada Akademi tersebut dengan persaingan yang begitu ketat. 

Ternyata, tak hanya bisa lolos, namun Rin juga harus bertahan dan bersaing agar tak terdepak dari Akademi Sinegard karena di tahun pertama terdapat sistem gugur. Rin, melakukan apa saja untuk bisa bertahan di akademi tersebut karena ia sudah tak memiliki tujuan untuk pulang selepas meninggalkan keluarga Fang. Dalam perjalanannya ia bertemu dengan seorang sahabat yang bernama Kitay, seorang jenius yang bisa menghafal segala hal yang ia baca, juga bertemu dengan kompetitor utamanya yang bernama Nezha. Selain itu ada beberapa tokoh yang akan membentuk karakternya di masa depan seperti Master Jiang yang akan menjadi masternya. Master Jun, yang sangat membencinya seperti Nezha membencinya. Dan Altan, seniornya yang sangat ia kagumi. 

Separuh buku ini masih menjelaskan tentang perjuangan Rin hingga menuju akademi tersebut dan belum ada gejolak yang serius. Saya bertanya-tanya, dari judulnya, kok gak ada perangnya? Apakah penggambaran perang cukup dijelaskan di halaman berikutnya? Ternyata Kuang membuat kita menikmati masa-masa sebelum perang bergejolak, dan merasakan tekanan batin yang mendalam setelah perang tersebut menghanguskan semua harapan dan cita-cita Rin beserta teman-temannya.

Setelah gambaran suasana dan pembentukan karakter Rin telah dilengkapi pada cerita ini, barulah terjadi penyerangan dari pasukan Federasi yang merupakan penduduk Kekaisaran Mugen yang berlokasi di seberang Kekaisaran Nikan. Sehingga para pelajar di Akademi Sinegard diluluskan lebih awal daripada seharusnya karena keadaan darurat. Beberapa teman Rin telah disebar di bawah panglima-panglima perang yang mempimpin kedua belas provinsi. Karena di awal pertempuran Rin diketahui bahwa ia bisa mengendalikan api, ia terdampar di Cike (sebuah organisasi khusus yang beranggotakan para syaman (orang-orang berkekuatan khusus) dan bertugas untuk membunuh orang-orang yang diperintahkan oleh Sang Maharani). Ternyata komandan pasukan Cike tersebut ialah Altan, dan mereka berjuang bersama untuk memberantas para prajurit Federasi demi mempertahankan negaranya.

Kuang berfokus dengan pemeran bernama Rin dengan segala perjalannya, ia dapat memobilisasi karakter dengan epik sehingga cerita yang ia bangun bisa utuh dan sangat mengalir. Dia memberikan gambaran-gambaran melalui narasinya yang mempermudah para pembaca untuk mengimajinasikan setiap adegan yang ia tampilkan. Dan itu bukan hal yang mudah.

Saya sangat menyukai karakter tokoh utama, Fang Runin. Karena seperti karakter hero lainnya, ia begitu gigih dan tak patah semangat. Selain itu, saya juga sangat menyukai karakter Jiang Ziya, master Rin, karena digambarkan begitu konyol dan aneh. Biasanya karakter seperti ini merupakan karakter yang memiliki kekuatan yang besar. Dan benar saja, Jiang ialah Sang Penjaga Gerbang, salah satu dari trifecta.

Serial ini cukup pricey, tapi sangat worth it untuk dibeli. Sedikit tips dari saya, lebih baik membeli prelove atau menunggu diskon daripada membeli buku bajakan.

Saya nggak memberikan banyak komentar karena dari tema, gagasan, dan pengaluran ceritanya benar-benar begitu bagus bagi saya. Nilai dari saya untuk serial pertama ini 9,7/10.

Bagi teman-teman pecinta genre fantasi wajib beli sih :D. Next, karena sekuel dari buku pertama ini, mungkin mengantung spoiler cerita The Poppy War sendiri. Jadi apabila teman-teman belum membaca yang serial pertamanya, bisa dilewati terlebih dahulu ulasan di bawah ini.


2. The Dragon Republic.


SEKALI LAGI, JANGAN DIBACA KALAU BELUM BACA SERIAL PERTAMANYA :V

Diterbitkan oleh: Gramedia Pustaka Utama.
Tahun terbit: 2020.
Tebal buku: 656 halaman.


Seiring berjalannya kebersamaan Rin dan Altan, terungkap bahwa Rin mencintai pria tersebut. Tidak dijelaskan bagaimana perasaan Altan terhadap Rin, sehingga memberikan spekulasi bahwa selama ini Altan hanya memanipulasi gadis itu demi kepentingannya. Terungkap juga di serial sebelumnya bahwa gadis ini merupakan salah satu keturunan orang Speer yang tersisa selain Altan. Meskipun ia bisa memenangkan perang opium ketiga dengan menghanguskan daratan Mugen menggunakan kekuatan Sang Phoenix yang berhasil ia dapatkan di bagian akhir cerita, Altan harus meninggal karena pengkhianatan yang dilakukan oleh Sang Maharani terhadap Federasi Mugen.

Di sini perasaan Rin sangat terguncang karena telah kehilangan sosok Altan. Di samping itu, tanggung jawab sebagai komandan Cike juga dibebankan padanya oleh Altan di detik-detik sebelum kepergiannya. Cike terombang-ambing di dalam pelarian karena tak mungkin menghadap Sang Maharani sedangkan ia pernah dikhianati. Maharani Su Daji menjadikan mereka sebagai buronan Kekaisaran, sehingga Rin dan para anggota Cike lainnya memutuskan untuk bekerjasama dengan Ratu Bajak Laut di Ankhiluun yang merupakan daerah teritorial mandiri yang terlepas dari kedua belas provinsi untuk bertahan hidup.

Di Misi terakhirnya, Rin dikhianati oleh Ratu Bajak Laut dan dijual kepada Panglima Perang Naga yang mana merupakan ayah dari Nezha. Rin ini sakti tapi naif ya ternyata T.T, sering banget dikhianati oleh orang yang ia layani huhu. Rin dan Nezha ini hubungannya udah baikan gitu dari serial sebelumnya, namun gadis itu tetap menaruh kecurigaan terhadap Nezha karena perjumpaannya kali ini ia disapa dengan cara yang "tidak biasa".

Rin kembali berada di posisi sulit yang tak bisa menolak permohonan Yin Vaisra (Ayah Nezha) untuk bergabung bersamanya dalam rangka mendirikan negara republik dan menggeser tahta Sang Maharani. Rin yang dendam pada Sang Maharani (karena telah dikhianati yang menyebabkan Altan mati) pun setuju. 

Sedikit membocorkan perasaan Rin kepada Nezha yang sekarang berubah menjadi cinta (iya haters to lovers gitu deh), hal ini menggiring saya memiliki spekulasi bahwa Rin sangat mudah dimanipulasi. 

Saya nggak suka karakter Rin di serial kedua ini. Benar-benar tidak kompeten untuk memimpin Cike sehingga anak buahnya harus membayar setiap konsekuensi akibat ulahnya. Namun hal tersebut memanglah diperlukan untuk menggerakkan ceritanya agar tetap maju. Dan perkembangan karakter Kitay benar-benar mencengankan. Kepandaiannya tampak jelas di serial ini. 

Buku ini masih sama luar biasanya dengan serial sebelumnya dan ceritanya lebih seru. Saya memberikan nilai 9,8/10.

Saya sungguh menantikan serial selanjutnya yaitu The Burning God. 

Comments

Popular posts from this blog

Self-Improvement Books

Assalamualaikum, wr. wb. Hallo :) Saya Nef, untuk pertama kali saya membuat konten pada blog seperti sekarang ini. Semoga tidak terlalu buruk ya untuk ukurah pemula huhu...Oh iya Nef saya ambil dari inisial nama asli saya NF. Teman-teman literasi saya biasa memanggil saya demikian karena nama pena saya cukup ribet "Judging The Norm" hehe... Sebelum memulai blog tentang literasi atau buku-buku bacaan ini, saya juga menulis karya-karya fiksi dalam sebuah platform online yang terkenal dengan istilah dunia orange tapi bukan tempat belanja dengan nama pena tersebut.  Okey langsung saja kita ulas dari buku-buku yang dapat meningkatkan kualitas diri (klaimnya sih begitu), apa saja buku tersebut? Sebenarnya ada lebih banyak dari ketiga buku di atas ya. Namun saya hanya membeli "mereka" karena pada saat itu hype banget di literary base pada twitter. Tentu saja bakat "membeli jajan" saya terpanggil dan mencari tanggal yang tempat untuk melakukan check out di marke...

Karya George Orwell

  Assalamualaikum wr. wb. Setelah sekian lama saya tenggelam, akhirnya saya bisa kembali lagi menorehkan ulasan terhadap buku-buku ciamik. Kali ini yang akan saya bahas adalah karya-karya legend dari George Orwell. Orwell yang memiliki nama asli Eric Arthur Blair, merupakan mantan polisi yang ditugaskan di Burma, juga seorang veteran yang pernah ikut berperang dalam perang saudara di Spanyol pada 1936. Hingga akhirnya beliau bekerja untuk BBC Eastern Service dan menjadi redaksi sastra yang sering berkomentar tentang politik dan sastra setelahnya. Background penulis sendiri memiliki daya tarik yang begitu besar yang membuat kita menerka-nerka seperti apa sih tulisannya? Yuk kita intip ^^ 1. Animal Farm Diterbitkan oleh: Penerbit Bentang. Edisi II cetakan kesebelas, tahun terbit: 2021. Tebal buku: 142 halaman. D ari covernya sudah diiming-imingi dengan jargon "Novel klasik fenomenal." Tentu saja itu cara marketing yang keren. Membuat calon pembeli jadi terpikat. Tapi saya priba...